tentang terang setelah gelap, bukan terang sebelum gelap

Pada sepi, aku bosan. Dalam ruang dan waktu,
suara suara dikejauhan dan cahaya susut redup itu,
seperti warna asmara dalam rindu seorang kekasih

hanya rembulan hampir subuh, yang dekat dari lambaian
aku menatapnya, melalui kaca jendela dan anganangan
seperti mimpi, dan aku hanya sekelebat bayang kenyataan

aku ingin bingar, ingin berteriak memekak dan terlelap
bersama dunia yang terus berputar, hingga malam  berkisah
tentang terang setelah gelap, bukan terang sebelum gelap

Bandung, mei 2011
Last cocaine

~ oleh penyairtimur pada 24/07/2011.

2 Tanggapan to “tentang terang setelah gelap, bukan terang sebelum gelap”

  1. Jangan berhenti berkarya. .

  2. tengkiyu masbro

    [mewakili teman-teman yg tergabung di aliansi penyair timur]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: