PURNAMA

memandangimu sepenuh hati
diufuk timur menyembul malu-malu
menebarkan rasa gigil yang menusuk
namun aku tak hendak beranjak
biarlah tetap memandangimu
bersama gigil angin kemarau

kuteringat masa lalu
saat-saat begini bermain
bermain bola di lapang seadanya
dua tiga hari lagi akan dibangun rumah
atau main jamuran dalam pengawasan
para orang tua yang bercengkerama
tak jarang petak umpet,

kini, semua itu telah hilang
berganti permainan berbahan listrik
tinggal pencet tak perlu berkeringat
apalagi bermandi cahaya bulan
bahkan tak sempat menengok purnama

inikah perkembangan jaman itu?

+Sunarno Sahlan+

~ oleh penyairtimur pada 18/06/2011.

Satu Tanggapan to “PURNAMA”

  1. salam kenal. . .


    Sent on a phone using MebApp.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: