Kulihat Mata Itu

Kulihat mata itu dalam, diam
angin masih setia dendangkan cinta
sembunyikan jerit tertahan

di beningnya kutemukan kepedihan
terselip antara senyum dan canda
menutupkan galau – parau

lalu apa yang mampu kukata
ketika aku tahu semua
kecuali membiarkanmu tertawa
tak hanya seolah saja

siapa berani bertaruh
pada siapakah ombak ini lebih dulu menyentuh
dan tenggelamkan kita yang antri menanti
mencuri dengar saat ombak bernyanyi

dari tanah kembali ke tanah
dari air kembali ke air
dari arah manakah gemulung menggunung
menculik dan menenggelamkan kita di teleng samudera

Rembang, 27 April 2011
+Allief Zam Billah+

~ oleh penyairtimur pada 09/06/2011.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: