untuk-Mu

Uduthz kepada Coffee: Tuhan teteskan darah
Menjadi dingin, tak berhenti
Sedang aku berhati tapi tak berotak
yang aku kenal hanya coffee
Perjalanana ku tak berakhir jua karena dia pergi, langit pergi.
Ku lewati tak membutuhkan hati hanya otak
lalu dimana otakku?

Coffee kepada Uduthz: Otakku jua membisu..
Tuhan? juga membisu
Hei, ada anak panah menari di nasib kita
Aku tak pergi
Cuma mencari

Uduthz: Ada janji kah?
Coffee: Dengan?
Uduthz: Kekasihmu..
Coffee: ah. Dia Maha Pecemburu
Uduthz: tapi kita merindukan-Nya. Akui!
Coffee: Dia membenciku..

+Princess Rhiry+

~ oleh penyairtimur pada 08/06/2011.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: