Sajakku Terdiam IV

jika tak lagi ada cerita esok mungkin kita
masih dalam alur yang sama yang slalu berulang
entah pada bulan atau pun bintang
kita semakin tenggelam di dalam dengungnya suara jangkrik
bahkan mesin yang membelah kesunyian saat ini
dengan pandang tertuju pada cahaya
kita berselimutkan dingin malam yang panjang
pada hujan aku titipkan aroma keindahan
pada angin yang datang segera menghapus kenangan
yang kini ada pada ketidak pastian
entah bebatuan yang tenggelam ataupun karang yang terapung
pada dinding khayal

semakin jauh cerita yang akan kita lalui bersama
berlayar di bawah bulan sabit hari ini
aku tuliskan cerita roman agar kita mengenangnya
kini aku tanya pada dinding yang menjelma peraduan
di tepian jalan
melamunkan cerita bersama menikmatinya untuk perjalanan kita
hadir bayang bayang bunga yang telah lama pergi
datang dan kusimpan bahkan menjadi pengisi di senja esok

+ateng ais+

~ oleh penyairtimur pada 06/06/2011.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: