untuk wanita kemarin

Hariku berakhir di sini
Di bawah purnama malam ini
Tebusan dari kematian-kematianku yang lalu
Ku puisikanlah untukmu
Lima batang menthol terbakar di bawah gerimis
Bersama sebuket bunga yang menangis
Bunga krisan putih, anggrek nila dan bunga kecil-kecil kuning hijau
Ku rangkai untukmu yang tak terjangkau
Tapi kau tak kunjung datang
Menyapa atau sekedar salam

Nona…
Engkau yang penuh panorama
Bak diorama bidadari dunia

Dibawah gerimis ini
Dibawah purnama yang aneh ini
Kususuri jalan membawa sebuket bunga yang menangis

+Rhiry Nandarrahayu+

~ oleh penyairtimur pada 25/05/2011.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: